Selasa, 08 Mei 2012

 Voli Paling Bagus untuk Cegah Tulang Keropos
http://volimania.org/images/banners/irfan0312.gif
Jakarta, Selain dengan menjaga kecukupan kalsium, pengeroposan tulang juga bisa dicegah dengan olahraga. Menurut penelitian, jenis olahraga yang membutuhkan banyak lompatan seperti voli paling bagus menjaga kepadatan tulang.
Penelitian yang dilakukan di University of Gothenburg tersebut menunjukkan, kepadatan jaringan tulang cenderung lebih terjaga ketika seseorang rajin berolahraga. Tidak hanya massa tulang menjadi lebih padat, ukuran tulangnya juga cenderung lebih besar dan kokoh.

Tulang yang besar dan lebih padat diketahui lebih terlindung dari risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis. Keuntungan ini juga mencegah risiko retak atau patah tulang yang sering terjadi di usia 50 tahun ke atas, baik laki-laki meupun perempuan.

Mattias Lorentzon, MD, PhD yang melakukan penelitian itu mengatakan, jenis olahraga tertentu dapat memberikan manfaat lebih dibanding olahraga lainnya. Dalam kaitannya dengan kepadatan massa tulang, olahraga yang banyak melibatkan lompatan dan gerakan tiba-tiba dinilai lebih menguntungkan.

Olahraga yang dimaksud Lorentzon antara lain adalah voli dan bola basket. Kedua jenis oleharaga ini dinilainya paling bagus untuk menjaga kepadatan massa tulang, disusul jenis olahraga lain yang lebih sedikit melibatkan lompatan dan gerakan tiba-tiba yakni tenis dan sepakbola.

Hal itu dibuktikan Lorentzon saat mengamati 833 partisipan laki-laki berusia 18-20 tahun selama kurun waktu 5 tahun. Partisipan yang melakukan olahraga voli dan bola basket selama 4 jam/minggu terbukti mengalami peningkatan massa tulang sebanyak 1,3 persen dibanding olahraga lain.

"Laki-laki yang meningkatkan beban dalam aktivitas fisiknya di usia 19-24 tahun tidak hanya membentuk tulang lebih kuat tetapi juga lebih besar dibandingkan yang tidak olahraga," kata Loretzon seperti dikutip dari Indiavision, Senin (6/5/2012).

Senin, 07 Mei 2012

 Protes Badak Untungkan Tim Lain di Pro Liga http://volimania.org/images/banners/irfan0312.gif
INFO OLAHRAGA , Jakarta - Protes yang dilakukan oleh Tim putri Bontang LNG Badak terhadap kepemimpinan wasit pada laga empat besar kompetisi bola voli BSI Proliga 2012 dinilai menguntungkan tim lain.
Menurut Manajer Bontang LNG Badak Teten Rustendi, protes pihaknya ke Dewan Hakim PB Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), langsung berbuah pada perbaikan kualitas wasit di pertandingan selanjutnya.

"Dengan adanya protes Badak, tim yang lainnya juga diuntungkan," ujar Teten kepada INILAH.COM, Senin (7/5/2012).

Sebelumnya Tim putri Bontang LNG Badak melancarkan protes kepada dewan hakim atas kepemimpinan wasit, setelah dikalahkan Jakarta Popsivo Polwan pada laga empat besar kompetisi bola voli BSI Proliga 2012 di Malang, Jumat (4/5/2012) malam.

Pada laga yang berlangsung cukup ketat itu, Bontang Badak menyerah dengan skor tipis 2-3 (21-25, 25-23, 25-20, 19-25, 20-22). Pelatih Bontang LNG Badak asal China, Jing Huo, menuduh kekalahan itu karena karena sepanjang pertandingan timnya banyak dirugikan oleh kepemimpinan wasit.

Teten menegaskan pihaknya memiliki banyak bukti bahwa kepemimpinan wasit dalam pertandingan itu tidak adil dan memihak. Karena itu, dia meminta agar PB PBVSI lebih selektif dalam memilih wasit.

"Kami ngotot langsung kepada PB PBVSI. Saya ingin PB PBVSI lebih jeli," tukasnya.

Menurutnya, setelah kritik darinya, tampak ada perbaikan dalam kepemimpin wasit dalam lanjutan laga empat besar kompetisi Pro Liga, saat Badak melawan TNI AU, dan Electric PLN, di Malang, Minggu (6/5/2012) kemarin.

"Saya lihat kemaren sudah lebih jeli, wasit tersebut tidak lagi dimainkan dan memainkan wasit yang lebih profesional," tandasnya.

Hasil Akhir laga empat besar itu, menempatkan Bontang LNG Badak di posisi kedua di bawah Electric PLN. Sementara Popsivo mengikuti di posisi tiga dan TNI AU di poisisi terakhir.

Minggu, 06 Mei 2012

Tim Putri NTB 1 Sabet Juara I
 
LASEM — Tim voli pantai putri  Nusa Tenggara Barat 1 menyabet juara I Kejuaraan Nasional Voli Pantai Indonesia Terbuka Seri II Bupati Rembang Cup 2012 di Pantai Caruban, Kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Minggu (6/5/2012).
Pada partai final, NTB 1 yang diperkuat dua atlet voli pantai nasional, Dita Juliana/Putu Dini, itu mengalahkan Jawa Timur 1 dua set langsung, 21-11, 21-17.
Jatim 1 yang digawangi Elmi/Agustin itu tidak mampu membalas kekalahan mereka pada Indonesia Terbuka Seri I.
Sebelumnya, Dita Juliana/Putu Dini juga menjuarai Indonesia Terbuka Seri I di Sidoarjo, Jatim, Maret lalu. Mereka mengalahkan tim yang sama, Jatim 1.

Sabtu, 05 Mei 2012

Atlet Putri Voli Pantai Diinapkan di Rumah Warga
 
LASEM- Para atlet Kejuaraan Nasional Bola Voli Pantai Indonesia Terbuka Seri II Bupati Rembang Cup diinapkan di rumah-rumah warga selama pertandingan berlangsung. Hal itu merupakan inisiatif panitia untuk memopulerkan voli pantai dan meningkatkan kesejahteraan warga di lokasi pertandingan.
Mereka tinggal di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Desa itu berjarak sekitar 500 meter dari Pantai Caruban yang dipergunakan untuk lokasi pertandingan.
Ketua Panitia Kerjurnas Bola Voli Pantai Indonesia Terbuka Seri II Bupati Rembang Cup, Komisaris Eko Wibowo, Jumat (4/5/2012), mengatakan, biaya menginap di rumah-rumah penduduk Rp 70.000 per hari. Biaya itu sudah dengan makan tiga kali sehari.
"Kami berupaya mengangkat dan mempromosikan Pantai Caruban sebagai tempat wisata, sekaligus mendorong rumah-rumah penduduk sebagai homestay," kata Eko.

Jumat, 04 Mei 2012

Semarang Bank Jateng Siap Balas Dendam atas Jakarta BNI 46
 
 Saat jumpa pers jelang laga Proliga 2012, yang akan digelar di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/5/2012) malam.
MALANG - Tim putra Semarang Bank Jateng optimistis bisa membalas kekalahannya atas tim Jakarta BNI 46 pada laga perdana babak final four BSI Proliga 2012, yang akan diselenggarakan pada Jumat (4/5/2012) malam, di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur. Rasa itu disampaikan Ketua Harian Semarang Bank Jateng, Windoyo dalam press conference di Hotel Santika, Kota Malang, Kamis (3/5/2012).
"Tim kami saat ini sudah siap bertarung dan siap untuk memenangkan pertandingan. Tim kami sudah memiliki persipan lebih dari cukup. Terutama saat akan menghadapi Jakarta BNI 46," katanya.
Namun, beber Windoyo, pihaknya tak berniat meremehkan tim lawan. "Kami hanya siap balas dendam atas dua kali kekalahkan kami dari Jakarat BNI 46," tegas Windoyo.
Tim asuhan pelatih Rohadi Mulyo itu, memang dua kali ditaklukkan tim asuhan Eduardo pada putaran pertama di GOR Pekanbaru Riau pada 25 Februari lalu, dengan angka ketat 1-3 (20-25, 26-28, 25-18, 23-25) dan 0-3 (15-25, 15-25, 16-25).
"Dua kekalahkan anak-anak waktu itu, hanya karena persoalan anti klimaks, terutama saat bertanding di Gresik, karena tim sudah dipastikan raih satu tiket ke final four," katanya.
Persiapan Semarang Bank Jateng, katanya, sudah cukup matang untuk kalahkan Jakarta BNI 46. "Anak-anak selama seminggu khusus menghadapi final four digembleng latihan ala militer di Kodam IV/Diponegoro," aku Windoyo.
Sementara itu, Asisten Pelatih Jakarta BNI 46, Imam Agus Faisal, justru merendah. Ia memposisikan timnya sebagai kekuatan underdog. "Dari empat tim putra di babak final four, Semarang Bank Jateng adalah tim yang memiliki perfoma unik dan cerdik," akunya.
Menurutnya, kemenangan mudah di Gresik 3-0, diyakini bukan kekuatan Semarang Bank Jateng yang sesungguhnya. "Saat ini, persiapan kami hanya membenahi mental anak-anak agar tak cepat puas diri," ujarnya.
Menghadapi lawan pertama Semarang Bank Jateng katanya, timnya akan maksimal sebagai tim underdog. "Kita lihat saja nanti di lapangan," katanya singkat.
Babak Final Four Proliga 2012 yang akan mulai dihelat di venues berkapasitas maskimal 10.000 tempat duduk itu, diikuti empat tim putra, yaitu juara bertahan Palembang Bank Sumsel Babel, peringkat pertama seluruh rangkaian babak challenge round putaran pertama dan kedua Jakarta BNI 46, dan Jakarta Pertamina, serta Semarang Bank Jateng. Sedangkan pada sektor putri diikuti Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta TNI AU, juara bertahan Jakarta Electric PLN, dan Bontang LNG Badak.
"Untuk laga final four pertama di GOR Ken Arok kota Malang ini, kami optimistis akan mampu menarik animo tinggi masyarakat Malang Raya," kata Wakil Direktur BI Proliga Reginald.

Kamis, 03 Mei 2012

Voli Pantai Indonesia TerbukaDigelar di Lasem
 
 ILUSTRASI
LASEM - Indonesia Voli Pantai Open 2012 digelar di Pantai Caruban, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 3-6 Mei. Kejuaraan tingkat nasional itu diikuti 46 tim dari 11 provinsi dan klub voli pantai.
Sebanyak 46 tim itu terdiri dari 28 tim putra dan 18 tim putri. Mereka berasal dari provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Kejuaraan itu dibuka Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek S Triwidodo selaku Ketua Umum Pengurus PBVSI Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Rembang Moch Salim.
Pada hari pertama pertandingan, Kamis (3/5/2012), ke 46 tim putra-putri bermain dalam sistem pool. Khusus untuk tim putra, akan diseleksi dari 28 tim menjadi 24 tim.

Senin, 30 April 2012

Emas dari Tim Oplosan
 
Atlet senior voli pantai, Koko Prasetyo Darkuncoro, berkali-kali memberikan instruksi kepada pemain yunior, Ade Candra Rachmawan, ketika lawan terus menekan atau ketika Candra membuat kesalahan. Andy Ardiansyah, atlet voli pantai putra paling senior, juga melakukan hal yang sama kepada yuniornya yang kini menjadi pasangannya, Muhammad Bastomi.
Andy/Koko, pasangan yang paling senior dan kuat, sengaja tidak dipasangkan di seri turnamen voli pantai Asia Pasifik Piala Gubernur Sumatera Selatan II di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel, pada 19-22 April 2012.
Bidang Voli Pantai Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) ”mengoplos” atlet senior dan yunior dalam satu tim. Tim oplosan itu menjalani uji coba di Palembang untuk memacu prestasi sekaligus regenerasi.
Hasilnya, Koko dipasangkan dengan Candra, Andy dengan Bastomi, dan Dian Putra Santosa dengan Fahriansyah. Pasangan oplosan itu berbeda dengan pasangan yang biasa.
Pada SEA Games XXVI/2011 di Palembang, pasangan Andy/ Koko meraih emas setelah di final mengalahkan pasangan Dian/Candra. Pasangan baru itu, kecuali Dian/Fahriansyah, belum teruji di lapangan. Terakhir, Andy/Candra meraih peringkat kelima pada seri turnamen voli pantai Asia Pasifik Terbuka di Nakhon Si Thammarat, Thailand, pada April 2012. Adapun Dian/Fahriansyah berhasil menduduki peringkat keenam pada turnamen yang sama.
Bongkar pasangan juga terjadi di kelompok putri dengan ”mengoplos” pemain senior dan yunior. Pada turnamen di Palembang, Ditha Juliana berpasangan dengan Putu Dini Jasita Utami, Ayu Cahyaning Siam dengan Fitri Wijayanti, dan Dwi Susilowati dengan Rinawati. Pasangan Ditha/Putu pernah tampil bersama di seri turnamen voli pantai Asia Pasifik Terbuka di Nakhon Si Thammarat dan meraih peringkat kelima.
Sebelumnya, di SEA Games 2011, Ayu, yang merupakan atlet senior, berpasangan dengan Ditha. Pasangan Ayu/Ditha yang baru dibentuk menjelang SEA Games tersebut meraih medali perak. Mereka takluk dari Kamoltip Kulna/Varapatsorn Radarong (Thailand).
Perlu dipoles
Hasil akhir yang diraih tim oplosan putra dan putri pada turnamen Asia Pasifik di Palembang belum memuaskan. Masalah kekompakan masih menjadi kendala.
Koko/Candra kalah di final oleh Sam O’Dea/Ben O’Dea (Selandia Baru) yang sudah pernah mereka kalahkan pada babak penyisihan pul. Dian/Fahriansyah kalah dari Koko/Candra pada babak perempat final, sedangkan Andy/Bastomi bertekuk lutut pada babak perempat final oleh Parviz Farrokhi/Agh Mohamad Salagh (Iran).
Di kelompok putri, Dhita/Putu kalah dari Maria Artacho Del Solar/Nicole Laird (Australia) pada babak perempat final. Ayu/Fitri juga kalah di perempat final oleh Usa Tenpaksee/Jarunee Sanok (Thailand). Pada pertandingan di babak 16 besar, Dwi Susilowati/Rinawati kalah telak dari Dhita/Putu.
”Ini turnamen pertama saya berpasangan dengan Candra. Sementara lawan sudah bertahun-tahun sebagai satu tim,” kata Koko.
Kekalahan Koko/Candra di final menunjukkan penampilan mereka belum konsisten, padahal mereka lebih diunggulkan daripada pasangan Selandia Baru.
Menurut Koko, penampilan atlet putra yunior sangat bagus tetapi perlu menambah jam terbang sekitar 1-2 tahun lagi. ”Mereka harus sering ikut turnamen di luar negeri, bukan cuma tingkat Asia, melainkan tingkat dunia. Pengalaman bertanding di tingkat dunia tidak bisa dikalahkan oleh pengalaman bertanding di tingkat Asia,” katanya.
Persiapan ABG
Ketua Bidang Voli Pantai PB PBVSI Slamet Mulyanto mengatakan, melihat hasil turnamen di Palembang, pasangan Koko/ Candra dan Dian/Fahriansyah tetap dipertahankan untuk Asian Beach Games (ABG) III di Haiyang, China, pada Juni 2012. Namun, di kelompok putri, pasangan akan dikembalikan seperti di SEA Games 2011, yaitu Ditha/Ayu dan Fitri/Putu, karena pasangan oplosan di kelompok putri belum maksimal.
”Hasil turnamen di Palembang menjadi evaluasi tim Asian Beach Games. Masih ada waktu 1,5 bulan untuk mematangkan tim voli pantai Asian Beach Games. Koko/Candra akan berangkat ke Kazakhstan untuk mengikuti invitasi voli pantai Mei 2012 sebagai persiapan Asian Beach Games,” ujar Slamet.
Tim voli pantai putri untuk ABG III tidak mengikuti turnamen di luar negeri sebagai persiapan. Ayu Cahyaning Siam mengungkapkan, ia harus memanfaatkan waktu 1,5 bulan secara maksimal tanpa bertanding melawan tim asing. ”Saya agak kecewa karena tidak ada turnamen di luar negeri untuk tim putri. Kalau latihan di dalam negeri, lawannya kan teman sendiri yang sudah hafal gaya permainannya,” kata Ayu.
Perihal pergantian pasangan, Ayu mengaku lebih sreg berpasangan dengan Ditha. ”Penguasaan lapangan Ditha lebih bagus. Servisnya juga lebih bagus,” kata Ayu. Namun, Ayu dan Ditha harus membiasakan diri sebagai satu tim voli pantai karena sejak SEA Games November 2011 mereka tidak pernah latihan bersama.
Pelatih tim voli pantai putri, Agus Salim, mengatakan, tim putri sudah tampil maksimal dalam turnamen di Palembang. Kekalahan tim putri lebih karena kurang jam terbang. Mental pemain mudah goyang ketika lawan mulai menekan. Selain itu, tim putri perlu berlatih improvisasi di lapangan supaya penampilannya tidak monoton.
Waktu tinggal 1,5 bulan untuk mempersiapkan tim voli pantai di ABG III. Cabang voli pantai adalah cabang yang digadang-gadang meraih medali emas di ABG III. Keampuhan tim oplosan akan segera diuji.
(Wisnu Aji Dewabrata) Ini turnamen pertama saya berpasangan dengan Candra. Koko Prasetyo Darkuncoro