Senin, 16 April 2012

Semarang Bank Jateng Terjungkal di Kandang
http://volimania.org/images/banners/irfan0312.gif
Gagal sudah ambisi tuan rumah Semarang Bank Jateng untuk menyapu bersih laga kandang mereka setelah pada pertandingan terakhir Seri Semarang, Sigit Hermanto dkk justru  dipermalukan tim tamu Jakarta Pertamina 1-3 (25-23, 17-25, 21-25, 12-25). Dukungan ribuan supporter yang memadati GOR Jatidiri, Semarang nampaknya menjadi bumerang bagi tim Semarang Bank Jateng, betapa tidak, bermain didepan publiknya sendiri Semarang Bank Jateng tampil dibawah tekanan dan menunjukan permainan yang jauh dari harapan para pendukungnya.

Buruknya receive dan serangan yang tidak berkembang membuat pemuncak klasemen sementara ini menjadi bulan-bulanan Jakarta Pertamina yang kali ini memang tampil luar biasa meski tanpa pelatih Mashudi.

“Kami terlalu percaya diri karena sudah pasti lolos ke Final Four, hingga bermain kurang fight kali ini.” ucap Rohadi Mulyo, pelatih Semarang Bank Jateng. Selain faktor non teknis tersebut, lebih lanjut pelatih yang selalu menggunakan nyentrik dengan ikat kepala ini mengakui jika permainan anak asuhnya kali ini sangat jauh dari harapan “Receive kami buruk, sehingga sulit bagi anak-anak untuk mengembangkan serangan.”

Dari kubu Jakarta Pertamina yang diwakili oleh manager Nono Kasmanu mengungkapkan bahwa tidak ada yang berubah dari tim Jakarta Pertamina baik skema maupun strategi “Kami berusaha bermain lepas dan semaksimal mungkin serta mengurangi human error dan hasilnya ternyata kami mampu menang dari Bank Jateng. Kemenangan ini sekaligus pembuktian bahwa tanpa pelatih anak-anak mampu untuk menang.”

Saat kembali disinggung mengenai nasib Mashudi, Nono kembali berkomentar “Beliau masih terikat kontrak dengan kami hingga Mei nanti dan saya juga belum menerima Surat Pengunduran Dirinya.”

Kemenangan Jakarta Pertamina atas Bank Jateng membuat Eko Permana dkk kini merangsek ke peringkat empat klasemen sementara dengan poin 20, menggeser Jakarta Sananta. Kedua tim kini sama-sama memperebutkan satu tiket tersisa di empat besar untuk menyusul Jakarta BNI 46, Palembang Bank Sumsel Babel dan Semarang Bank Jateng yang terlebih dulu memastikan diri lolos ke Final Four yang akan digelar di Malang dan Bandung.

Minggu, 15 April 2012

LNG Badak Nyalakan Peluang

Ilustras: Turnamen Bola Voli Proliga

Semarang,  - Jakarta Electric PLN memang juara bertahan voli Proliga kelompok putri. Namun, pada laga voli BSI Proliga 2012 di Semarang, Sabtu (14/4) malam, Electric harus takluk 2-3 di tangan Bontang LNG Badak. LNG sukses membalik keadaan setelah tertinggal 1-2. Permainan impresif LNG Badak pada set keempat dan kelima menjadi titik balik pertandingan. Dua bintang LNG, Amasya A Manganang dan pemain asing Jessica Soares, membuat Electric PLN tak berdaya.

Bergantian, smes tajam Amasya dan Soares menghunjam ke daerah PLN. Tak hanya itu, blok-blok tim Badak pun banyak membendung smes lawan. Aksi keduanya ditunjang permainan energik Huang Hui Ping, Agustin Wulandari, libero Chika Swinerlin, dan kapten Yunita Sari.

Di set keempat, tim Badak memelihara keunggulan, mulai dari 12-6, 20-12, 23-13, sebelum mengakhiri dengan 25-15. Pada set kelima situasi tak berubah, dengan Badak unggul sejak 8-2, 12-4, dan lalu 15-6. Penampilan dua set itu membuyarkan bayangan kemenangan tim PLN, yang sempat memimpin 2-1.

Asisten pelatih LNG Badak, Eko Waluyo, menuturkan, timnya mendapat berkah karena sukses mengalahkan tim kuat PLN. ”Saya juga salut dengan permainan Amasya dan Jessica Soares yang kebetulan baru dua hari lalu merayakan ulang tahun. Semoga dengan bertambahnya usia, keduanya makin matang dalam bermain,” ujar Eko.

Tambahan dua poin hasil kemenangan ini menyalakan lagi peluang tim Badak ke babak empat besar. Kini, tim asuhan Huo Jing mengemas 15 poin. Laga terakhir melawan Indramayu Alko, Jumat (20/4), akan menentukan lolosnya tim ini ke final four.

Adapun tim PLN, dengan tambahan satu poin (dari kekalahan 2-3), sudah meraih 19 angka sehingga sudah dipastikan lolos ke final four. Asisten pelatih Electric PLN, Edy Setiadi, menyatakan, pemain asuhannya sempat terlalu percaya diri saat sudah unggul 2-1. Akibatnya, mereka lengah di set keempat dan tak kuasa bangkit di set kelima.

Petrokimia terbenam
Pada laga lain, tim putri Gresik Petrokimia gagal menambah poin setelah kalah 0-3 dari Jakarta BNI 46, Sabtu siang. Dengan demikian, Petrokimia setia di juru kunci klasemen sementara putri dengan perolehan empat poin.

Petrokimia yang diperkuat banyak pemain muda sebenarnya sempat mengimbangi BNI 46, dengan deretan pemain senior seperti Yokbeth Kapasiang dan Devota Rahawarin. Dua pemain asing BNI 46, Chris Vorpal dan Georgina, juga membuat serangan tim makin tajam.

Pelatih BNI 46 Sukirno mengatakan, pada dua set awal, tim asuhannya memang tampil kurang mantap. ”Matinya lampu sampai sekitar setengah jam memengaruhi penampilan kami di dua set awal,” kata Sukirno.

Adapun tim voli putra Palembang Bank Sumsel Babel menang 3-1 (19-25, 25-15, 25-15, dan 25-19) atas Yogya Yuso. Dengan tiga poin tambahan ini, Bank Sumsel Babel meraih 24 angka sekaligus memastikan diri lolos ke empat besar. Sebaliknya, poin Yuso tak bertambah, tetap 15.

Asisten pelatih Bank Sumsel Babel, Agus Irawan, bersyukur atas kemenangan ini karena hasil maksimal pertama setelah empat kali kalah beruntun.

Pelatih Yogya Yuso Marjoko Sigit mengungkapkan, kekalahan kali ini salah satunya dipengaruhi kelelahan pemain, setelah pada Kamis mereka bermain ketat melawan Jakarta Pertamina dan kalah .