Sabtu, 05 Mei 2012

Atlet Putri Voli Pantai Diinapkan di Rumah Warga
 
LASEM- Para atlet Kejuaraan Nasional Bola Voli Pantai Indonesia Terbuka Seri II Bupati Rembang Cup diinapkan di rumah-rumah warga selama pertandingan berlangsung. Hal itu merupakan inisiatif panitia untuk memopulerkan voli pantai dan meningkatkan kesejahteraan warga di lokasi pertandingan.
Mereka tinggal di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Desa itu berjarak sekitar 500 meter dari Pantai Caruban yang dipergunakan untuk lokasi pertandingan.
Ketua Panitia Kerjurnas Bola Voli Pantai Indonesia Terbuka Seri II Bupati Rembang Cup, Komisaris Eko Wibowo, Jumat (4/5/2012), mengatakan, biaya menginap di rumah-rumah penduduk Rp 70.000 per hari. Biaya itu sudah dengan makan tiga kali sehari.
"Kami berupaya mengangkat dan mempromosikan Pantai Caruban sebagai tempat wisata, sekaligus mendorong rumah-rumah penduduk sebagai homestay," kata Eko.

Jumat, 04 Mei 2012

Semarang Bank Jateng Siap Balas Dendam atas Jakarta BNI 46
 
 Saat jumpa pers jelang laga Proliga 2012, yang akan digelar di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/5/2012) malam.
MALANG - Tim putra Semarang Bank Jateng optimistis bisa membalas kekalahannya atas tim Jakarta BNI 46 pada laga perdana babak final four BSI Proliga 2012, yang akan diselenggarakan pada Jumat (4/5/2012) malam, di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur. Rasa itu disampaikan Ketua Harian Semarang Bank Jateng, Windoyo dalam press conference di Hotel Santika, Kota Malang, Kamis (3/5/2012).
"Tim kami saat ini sudah siap bertarung dan siap untuk memenangkan pertandingan. Tim kami sudah memiliki persipan lebih dari cukup. Terutama saat akan menghadapi Jakarta BNI 46," katanya.
Namun, beber Windoyo, pihaknya tak berniat meremehkan tim lawan. "Kami hanya siap balas dendam atas dua kali kekalahkan kami dari Jakarat BNI 46," tegas Windoyo.
Tim asuhan pelatih Rohadi Mulyo itu, memang dua kali ditaklukkan tim asuhan Eduardo pada putaran pertama di GOR Pekanbaru Riau pada 25 Februari lalu, dengan angka ketat 1-3 (20-25, 26-28, 25-18, 23-25) dan 0-3 (15-25, 15-25, 16-25).
"Dua kekalahkan anak-anak waktu itu, hanya karena persoalan anti klimaks, terutama saat bertanding di Gresik, karena tim sudah dipastikan raih satu tiket ke final four," katanya.
Persiapan Semarang Bank Jateng, katanya, sudah cukup matang untuk kalahkan Jakarta BNI 46. "Anak-anak selama seminggu khusus menghadapi final four digembleng latihan ala militer di Kodam IV/Diponegoro," aku Windoyo.
Sementara itu, Asisten Pelatih Jakarta BNI 46, Imam Agus Faisal, justru merendah. Ia memposisikan timnya sebagai kekuatan underdog. "Dari empat tim putra di babak final four, Semarang Bank Jateng adalah tim yang memiliki perfoma unik dan cerdik," akunya.
Menurutnya, kemenangan mudah di Gresik 3-0, diyakini bukan kekuatan Semarang Bank Jateng yang sesungguhnya. "Saat ini, persiapan kami hanya membenahi mental anak-anak agar tak cepat puas diri," ujarnya.
Menghadapi lawan pertama Semarang Bank Jateng katanya, timnya akan maksimal sebagai tim underdog. "Kita lihat saja nanti di lapangan," katanya singkat.
Babak Final Four Proliga 2012 yang akan mulai dihelat di venues berkapasitas maskimal 10.000 tempat duduk itu, diikuti empat tim putra, yaitu juara bertahan Palembang Bank Sumsel Babel, peringkat pertama seluruh rangkaian babak challenge round putaran pertama dan kedua Jakarta BNI 46, dan Jakarta Pertamina, serta Semarang Bank Jateng. Sedangkan pada sektor putri diikuti Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta TNI AU, juara bertahan Jakarta Electric PLN, dan Bontang LNG Badak.
"Untuk laga final four pertama di GOR Ken Arok kota Malang ini, kami optimistis akan mampu menarik animo tinggi masyarakat Malang Raya," kata Wakil Direktur BI Proliga Reginald.

Kamis, 03 Mei 2012

Voli Pantai Indonesia TerbukaDigelar di Lasem
 
 ILUSTRASI
LASEM - Indonesia Voli Pantai Open 2012 digelar di Pantai Caruban, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, 3-6 Mei. Kejuaraan tingkat nasional itu diikuti 46 tim dari 11 provinsi dan klub voli pantai.
Sebanyak 46 tim itu terdiri dari 28 tim putra dan 18 tim putri. Mereka berasal dari provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta, Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Kalimantan Timur.
Kejuaraan itu dibuka Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek S Triwidodo selaku Ketua Umum Pengurus PBVSI Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Rembang Moch Salim.
Pada hari pertama pertandingan, Kamis (3/5/2012), ke 46 tim putra-putri bermain dalam sistem pool. Khusus untuk tim putra, akan diseleksi dari 28 tim menjadi 24 tim.

Senin, 30 April 2012

Emas dari Tim Oplosan
 
Atlet senior voli pantai, Koko Prasetyo Darkuncoro, berkali-kali memberikan instruksi kepada pemain yunior, Ade Candra Rachmawan, ketika lawan terus menekan atau ketika Candra membuat kesalahan. Andy Ardiansyah, atlet voli pantai putra paling senior, juga melakukan hal yang sama kepada yuniornya yang kini menjadi pasangannya, Muhammad Bastomi.
Andy/Koko, pasangan yang paling senior dan kuat, sengaja tidak dipasangkan di seri turnamen voli pantai Asia Pasifik Piala Gubernur Sumatera Selatan II di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel, pada 19-22 April 2012.
Bidang Voli Pantai Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) ”mengoplos” atlet senior dan yunior dalam satu tim. Tim oplosan itu menjalani uji coba di Palembang untuk memacu prestasi sekaligus regenerasi.
Hasilnya, Koko dipasangkan dengan Candra, Andy dengan Bastomi, dan Dian Putra Santosa dengan Fahriansyah. Pasangan oplosan itu berbeda dengan pasangan yang biasa.
Pada SEA Games XXVI/2011 di Palembang, pasangan Andy/ Koko meraih emas setelah di final mengalahkan pasangan Dian/Candra. Pasangan baru itu, kecuali Dian/Fahriansyah, belum teruji di lapangan. Terakhir, Andy/Candra meraih peringkat kelima pada seri turnamen voli pantai Asia Pasifik Terbuka di Nakhon Si Thammarat, Thailand, pada April 2012. Adapun Dian/Fahriansyah berhasil menduduki peringkat keenam pada turnamen yang sama.
Bongkar pasangan juga terjadi di kelompok putri dengan ”mengoplos” pemain senior dan yunior. Pada turnamen di Palembang, Ditha Juliana berpasangan dengan Putu Dini Jasita Utami, Ayu Cahyaning Siam dengan Fitri Wijayanti, dan Dwi Susilowati dengan Rinawati. Pasangan Ditha/Putu pernah tampil bersama di seri turnamen voli pantai Asia Pasifik Terbuka di Nakhon Si Thammarat dan meraih peringkat kelima.
Sebelumnya, di SEA Games 2011, Ayu, yang merupakan atlet senior, berpasangan dengan Ditha. Pasangan Ayu/Ditha yang baru dibentuk menjelang SEA Games tersebut meraih medali perak. Mereka takluk dari Kamoltip Kulna/Varapatsorn Radarong (Thailand).
Perlu dipoles
Hasil akhir yang diraih tim oplosan putra dan putri pada turnamen Asia Pasifik di Palembang belum memuaskan. Masalah kekompakan masih menjadi kendala.
Koko/Candra kalah di final oleh Sam O’Dea/Ben O’Dea (Selandia Baru) yang sudah pernah mereka kalahkan pada babak penyisihan pul. Dian/Fahriansyah kalah dari Koko/Candra pada babak perempat final, sedangkan Andy/Bastomi bertekuk lutut pada babak perempat final oleh Parviz Farrokhi/Agh Mohamad Salagh (Iran).
Di kelompok putri, Dhita/Putu kalah dari Maria Artacho Del Solar/Nicole Laird (Australia) pada babak perempat final. Ayu/Fitri juga kalah di perempat final oleh Usa Tenpaksee/Jarunee Sanok (Thailand). Pada pertandingan di babak 16 besar, Dwi Susilowati/Rinawati kalah telak dari Dhita/Putu.
”Ini turnamen pertama saya berpasangan dengan Candra. Sementara lawan sudah bertahun-tahun sebagai satu tim,” kata Koko.
Kekalahan Koko/Candra di final menunjukkan penampilan mereka belum konsisten, padahal mereka lebih diunggulkan daripada pasangan Selandia Baru.
Menurut Koko, penampilan atlet putra yunior sangat bagus tetapi perlu menambah jam terbang sekitar 1-2 tahun lagi. ”Mereka harus sering ikut turnamen di luar negeri, bukan cuma tingkat Asia, melainkan tingkat dunia. Pengalaman bertanding di tingkat dunia tidak bisa dikalahkan oleh pengalaman bertanding di tingkat Asia,” katanya.
Persiapan ABG
Ketua Bidang Voli Pantai PB PBVSI Slamet Mulyanto mengatakan, melihat hasil turnamen di Palembang, pasangan Koko/ Candra dan Dian/Fahriansyah tetap dipertahankan untuk Asian Beach Games (ABG) III di Haiyang, China, pada Juni 2012. Namun, di kelompok putri, pasangan akan dikembalikan seperti di SEA Games 2011, yaitu Ditha/Ayu dan Fitri/Putu, karena pasangan oplosan di kelompok putri belum maksimal.
”Hasil turnamen di Palembang menjadi evaluasi tim Asian Beach Games. Masih ada waktu 1,5 bulan untuk mematangkan tim voli pantai Asian Beach Games. Koko/Candra akan berangkat ke Kazakhstan untuk mengikuti invitasi voli pantai Mei 2012 sebagai persiapan Asian Beach Games,” ujar Slamet.
Tim voli pantai putri untuk ABG III tidak mengikuti turnamen di luar negeri sebagai persiapan. Ayu Cahyaning Siam mengungkapkan, ia harus memanfaatkan waktu 1,5 bulan secara maksimal tanpa bertanding melawan tim asing. ”Saya agak kecewa karena tidak ada turnamen di luar negeri untuk tim putri. Kalau latihan di dalam negeri, lawannya kan teman sendiri yang sudah hafal gaya permainannya,” kata Ayu.
Perihal pergantian pasangan, Ayu mengaku lebih sreg berpasangan dengan Ditha. ”Penguasaan lapangan Ditha lebih bagus. Servisnya juga lebih bagus,” kata Ayu. Namun, Ayu dan Ditha harus membiasakan diri sebagai satu tim voli pantai karena sejak SEA Games November 2011 mereka tidak pernah latihan bersama.
Pelatih tim voli pantai putri, Agus Salim, mengatakan, tim putri sudah tampil maksimal dalam turnamen di Palembang. Kekalahan tim putri lebih karena kurang jam terbang. Mental pemain mudah goyang ketika lawan mulai menekan. Selain itu, tim putri perlu berlatih improvisasi di lapangan supaya penampilannya tidak monoton.
Waktu tinggal 1,5 bulan untuk mempersiapkan tim voli pantai di ABG III. Cabang voli pantai adalah cabang yang digadang-gadang meraih medali emas di ABG III. Keampuhan tim oplosan akan segera diuji.
(Wisnu Aji Dewabrata) Ini turnamen pertama saya berpasangan dengan Candra. Koko Prasetyo Darkuncoro

Senin, 23 April 2012

Bank Jatim Kembali...?
http://volimania.org/images/banners/irfan0312.gif
Di tengah turnamen akbar bola voli Proliga 2012, sebuah kabar kejutan menyeruak. Kabar menggembirakan itu tak lain adalah, bakal kembalinya jawara Proliga musim 2008 di kategori putri. Ya, siapa lagi kalau bukan tim voli putri Surabaya Bank Jatim.

Kabar itu berhembus dari sosok Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukriyanto, yang kemarin hadir di sela-sela pertandingan Proliga 2012 seri Gresik. 

Menurut Hadi, pihaknya saat ini sedang serius mempertimbangkan untuk kembali mengikuti Proliga, setelah absen selama dua tahun terakhir.

"Keinginan itu (kembali ke Proliga, red) jelas ada, bahkan secara pribadi saya sangat mendukung. Nanti kalau situasinya sudah memungkinkan dan waktunya tepat, kami pasti gabung lagi," ungkap Hadi.

Menurut ia, kompetisi Proliga sangat bagus dan kompetitif, serta efektif untuk ajang mempromosikan perusahaan. Karena itu ia dan jajarannya terus mempertimbangkan langkah kembali ke Proliga. Meski absen di Proliga, Surabaya Bank Jatim sebenarnya tak vakum sama sekali, sebab mereka masih mengikuti kejuaraan bola voli junior (Livoli).

Sebelum memutuskan hengkang dari kompetisi bola voli profesional tertinggi di Tanah Air tersebut, tim Surabaya Bank Jatim pernah dua kali beruntun merebut gelar juara, yakni pada musim 2007 dan 2008. Bahkan, Bank Jatim hampir membukukan gelar ketiganya pada 2009, tapi harus menelan kekalahan menyakitkan dan kontroversial saat laga final melawan Jakarta Electric PLN. Saat itu, Bank Jatim kalah 2-3 dalam laga yang berlangsung ketat.

Imbas dari kekalahan itu, jajaran manajemen dari Surabaya Bank Jatim memutuskan untuk tidak lagi berkiprah di Proliga di musim berikutnya, yang bertahan hingga saat ini, karena mereka merasa dicurangi.

"Kejadian itu sudah lewat dan tidak perlu diingat lagi. Yang jelas, pembinaan tetap jalan dan banyak pemain binaan kami yang sekarang dipinjam beberapa klub yang berlaga di Proliga saat ini," terangnya.

Setidaknya ada enam pemain Surabaya Bank Jatim yang kini berlaga di Proliga, empat di antaranya membela Jakarta Popsivo Polwan, yakni Maya Kurnia Indri, Siska Putri, Amalia Fajrina Nabila dan Imaya Napalia. 

Sedangkan dua pemain lainnya memperkuat Jakarta Electric PLN, yaitu Asih Titi Pangestuti dan Dhini Indah Sari.
Koko/Candra Menuju ke Final


Pasangan Koko/Candra maju ke final setelah mengalahkan pasangan Iran di semifinal, Minggu (22/4/2012). Di final Minggu sore nanti, Koko/Candra akan melawan pasangan Selandia Baru Sam O'Dea/Ben O'Dea.
PALEMBANG- Pasangan Koko Prasetyo Darkuncoro/Ade Candra berhasil mencapai babak final turnamen voli pantai Asia Pasifik Piala Gubernur Sumsel II di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (22/4/2012). Mereka  mengalahkan pasangan Iran Parvis Farrokhi/Agh Mohammad Salagh di babak semi final.
Koko/Candra (unggulan ke-5) unggul dengan skor 22-20, 21-19 atas pasangan unggulan pertama itu.
Koko mengatakan, mereka tidak mau bermain ngotot melawan pasangan Iran yang usianya sudah lebih dari 40 tahun itu. Mereka memilih bermain sabar dan efisien, sama seperti ritme permainan Iran. Strategi Koko/Candra berhasil menekan duet Iran yang terkenal sebagai tim kuat.
Atas kemenangan tersebut, Koko/Candra akan bertanding di final yang berlangsung Minggu sore nanti melawan pasangan Selandia Baru Sam O'Dea/Ben O'Dea.
Di kelompok putri, dua tim Thailand akan bertemu di final atau "All Thailand Final". Tim putri Thailand 1 dan Thailand 2 melibas lawan-lawannya di babak semifinal, yaitu tim Australia 1 dan Australia 2. Sedangkan tim putri Indonesia sudah berguguran pada babak perempat final, sehingga tidak ada yang tembus ke semi final.

Sabtu, 21 April 2012

Semarang Bank Jateng Ditaklukkan Jakarta Sananta 1-3

GRESIK - Tim bola voli putra Semarang Bank Jateng dikalahkan Jakarta Sananta dengan skor 1-3 (25-21), (23-25), (22-25), (20-25) pada kompetisi BSI Proliga di GOR Tridharma Gresik Sabtu (21/4/2012) malam.
Dengan hasil itu perolehan nilai Semarang Bank Jateng 24 dari 13 kali bertanding, sama dengan nilai Palembang Bank Sumsel Babel Semarang Bank Jateng masih harus menghadapi peraih nilai tertinggi Jakarta BNI 46 dengan raihan nilai 27. Sedangkan Palembang Bank Sumsel Babel masih harus bertanding melawan Surabaya Samator.
Pertandingan terakhir putaran kedua Minggu (22/4) besok menentukan juara putaran kedua, peringkat dua dan tiga bagi tim putra yang lolos ke perempat final. Juara putaran kedua berhak atas hadiah uang Rp 10 juta. Di tim putri Jakarta Popsivo Polwan dipastikan juara putaran kedua.
Hasil pertandingan besok antara Gresik Petrokimia versus Jakarta Electric PLN dan Popsivo Polwan melawan Jakarta TNI AU tidak akan menggeser posisi Popsivo Polwan sebagai peraih nilai tertinggi. Saat ini Popsivo Polwan sudah mengumpulkan nilai 30 dari 11 kali tanding selisih 10 dengan peringkat dua Jakarta Electric PLN dengan nilai 20.